Diposkan dalam Triyanto Triwikromo pada Agustus 20, 2007 | Leave a Comment »
Disimak: 710 kali
Cerpen: Triyanto Triwikromo
Sumber: Kompas, Edisi 11/06/2005
Link: (http://www.sriti.com/storyview.php?key=1680)
Ya, kau juga tahu, hari itu, Minggu 28 Maret 1830, Ramadhan telah berlalu. Karena itu, dalam lukisanku, aku yakin kabut lembut dan matahari susut saja yang mengepung Rumah Karesidenan itu. Tak ada gerimis riwis yang menghardik tiang-tiang tua. Tak ada pula petir mendera Merapi yang samar [...]
Untuk mentranslate bahasa
Diposkan dalam Tidak terkategori pada Agustus 11, 2007 | Leave a Comment »
Post: 02/27/2006
Disimak: 248 kali
Cerpen: Indrian Koto
Sumber: Lampung post, Edisi 02/26/2006
SORE jatuh di ujung gedung, digantikan senja yang temaram. Segera, malam menaburkan kegelapan yang paling kelam. Langit menyajikan sekeping bulan yang patah–serupa goresan luka kecil pada wajah. Bintang bertebar di pipi malam, mewartakan batas langit dari ketinggian.
Kota tak hendak menutup kisah, menawarkan kemilau di jalan-jalan, gedung [...]
Untuk mentranslate bahasa